KEMENHUB MINTA PERBAIKI KUALITAS PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

Tuesday, 17 April 2018 11:26

KEMENHUB MINTA PERBAIKI KUALITAS PUBLIKASI INFORMASI AERONAUTIKA

 

06111646 IQPlus, (17/04) - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso meminta operator untuk memperbaiki kualitas publikasi informasi aeronautika untuk menjamin keselamatan penerbangan. Masalah navigasi penerbangan bukan hanya domain dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan/ AirNav Indonesia saja, namun juga pengelola serta otoritas bandara udara dan regulator penerbangan yang lain, katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa. Agus mengatakan navigasi penerbangan mungkin tidak banyak diketahui oleh penumpang karena tidak berhubungan langsung dengan kegiatan penumpang saat hendak naik pesawat terbang. Namun, dia menegaskan sesungguhnya navigasi penerbangan sangat berpengaruh sekali dalam operasional penerbangan. "Tanpa navigasi penerbangan, ada kemungkinan. penerbangan komersial tidak akan terlaksana. Karena navigasi penerbangan inilah yang menjamin keselamatan, keteraturan dan efisiensi sebuah penerbangan sipil," katanya. Dia menuturkan navigasi penerbangan bisa terlaksana dengan baik jika tersedia informasi aeronautika yang cukup, akurat, terkini dan tepat waktu. Informasi aeronautika ini misalnya terkait kondisi bandar udara beserta peralatan navigasinya atau catatan buat semua personil penerbangan (notice to airman/notam). Notam biasanya dikeluarkan jika ada hal-hal yang bisa mengganggu keselamatan penerbangan seperti misalnya landasan pacu yang rusak atau tergenang air, adanya gunung meletus yang semburan abunya mengganggu area terbang pesawat, penggunaan wilayah tertentu untuk latihan militer dan sebagainya. Karena pentingnya informasi-informasi tersebut, pengolahan informasi aeronautika itu juga memerlukan data-data yang. valid dari berbagai sumber baik regulator maupun operator. Dalam rangka menjamin hal itulah, Dirjen Perhubungan Udara pada tanggal 09 April 2018 mengeluarkan Instruksi no. 01 Th 2018 tentang Mekanisme Pengajuan Publikasi Informasi Aeronautika. Instruksi baru yang mulai berlaku saat dikeluarkan tersebut mencabut instruksi lama dalam SE Nomor 9 Tahun 2016.(end)